• Mon, Apr 20, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 April 2026 10:17  |

Dolar Menanjak, Hormuz Jadi Pemicu

Indeks dolar AS (DXY) bergerak menguat tipis dan bertahan di atas 98,00, diperdagangkan di sekitar 98,30 pada sesi Asia Senin. Penguatan terbatas ini terjadi saat pasar merespons meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Pemicunya datang dari perkembangan diplomatik, setelah Iran menyatakan tidak berencana ikut dalam putaran kedua perundingan dengan AS. Di saat yang sama, Presiden Donald Trump memerintahkan negosiator AS untuk menuju Pakistan menjelang berakhirnya gencatan senjata Timur Tengah pada 22 April, yang membuat prospek kesepakatan damai dinilai rapuh.

Dari sisi Iran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei menilai blokade AS terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran sebagai tindakan agresi yang melanggar gencatan senjata. Ketidakpastian ini mendorong sebagian investor mengalihkan posisi ke aset dan mata uang safe haven, termasuk dolar AS.

Nick Twidale, chief market strategist ATFX Global di Sydney, menilai fokus pasar masih pada Selat Hormuz, dan peluang AS-Iran untuk kembali ke meja perundingan sebelum gencatan senjata berakhir kini terlihat semakin kecil. Persepsi risiko geopolitik yang meningkat menjadi faktor pendukung bagi dolar dalam jangka pendek.

Perhatian pasar berikutnya tertuju pada rilis Retail Sales AS untuk Maret pada Selasa. Konsensus memperkirakan penjualan ritel naik 1,3% (MoM), dari 0,6% pada Februari; hasil yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi menahan penguatan DXY dalam waktu dekat.

5 inti poin :

- DXY menguat tipis di sesi Asia Senin, diperdagangkan sekitar 98,30 dan bertahan di atas 98,00.

- Ketegangan AS-Iran meningkat setelah Iran menolak/menepis partisipasi dalam putaran kedua perundingan dengan AS.

- Iran menilai blokade AS atas pelabuhan dan garis pantainya melanggar gencatan senjata.

- Risiko geopolitik dan ketidakpastian Hormuz mendorong minat pada dolar sebagai safe haven.

- Pasar menunggu Retail Sales AS Selasa; proyeksi 1,3% MoM, dan angka yang lebih lemah dapat menekan DXY.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai