Satu Insiden di Hormuz, Tiga Pasar Langsung Bereaksi
Amerika Serikat menyita kapal kargo berbendera Iran yang disebut mencoba menerobos blokade Selat Hormuz, menurut pernyataan Presiden Donald Trump pada Minggu. Trump mengatakan kapal perusak rudal berpemandu USS Spruance mencegat kapal Touska di Teluk Oman setelah kapal mengabaikan peringatan untuk berhenti, dan Marinir AS kini menahan kapal tersebut
Operasi ini disebut sebagai aksi boarding pertama sejak blokade laut diberlakukan pada 13 April, yang menjadi bagian dari tekanan Washington terhadap Teheran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan hingga Minggu ada 25 kapal yang diputarbalikkan akibat blokade, termasuk Touska, sementara Iran menyebut penyitaan itu sebagai tindakan “pembajakan”.
CENTCOM mengatakan penyitaan dilakukan setelah sekitar enam jam peringatan agar kapal berbalik arah, termasuk instruksi untuk mengosongkan ruang mesin sebelum tembakan “melumpuhkan” diarahkan. Menurut CENTCOM, kapal ditembaki menggunakan meriam 5 inci untuk mematikan mesin tanpa menenggelamkan kapal, lalu Marinir AS naik ke kapal dan mengambil alih kendali.
Ketegangan ini terjadi menjelang rencana pembicaraan di Islamabad, Pakistan, yang menurut Gedung Putih akan dihadiri Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, serta Jared Kushner. Trump menyatakan AS menawarkan kesepakatan, namun juga mengulang ancaman serangan luas terhadap infrastruktur Iran jika tidak ada hasil, sementara media pemerintah Iran melaporkan Teheran “menolak” putaran kedua perundingan dan menilai blokade sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Situasi di Hormuz kembali tidak stabil setelah Iran sempat menyatakan selat dibuka kembali, lalu menutupnya lagi dengan alasan blokade AS terhadap pelabuhan Iran. Trump menegaskan blokade akan berlanjut sampai ada kesepakatan damai, sementara pejabat AS menyebut kondisi belum aman untuk pelayaran di Hormuz; di sisi lain, laporan pemantau maritim Inggris menyebut ada insiden tembakan dan proyektil yang mengenai kapal di area tersebut, meski kru dilaporkan selamat.
Ketegangan di Selat Hormuz menambah premi risiko di pasar global: minyak cenderung menguat karena kekhawatiran gangguan pasokan, sementara lonjakan energi berpotensi memperbesar kekhawatiran inflasi yang mendorong ekspektasi suku bunga bertahan tinggi, sehingga dolar cenderung menguat dan pada saat yang sama dapat menekan emas meski permintaan aset aman tetap muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
4 inti poin :
- AS menyita kapal Touska di Teluk Oman; Trump menyebut kapal mengabaikan peringatan dan dilumpuhkan, lalu ditahan Marinir AS.
- Ini aksi boarding pertama sejak blokade diberlakukan 13 April; CENTCOM menyebut 25 kapal sudah diputarbalikkan.
- Rencana perundingan Islamabad berjalan di tengah saling bantah; AS menyiapkan delegasi, Iran menyatakan belum ada kepastian ikut serta dan menuding blokade melanggar gencatan senjata.
- Hormuz kembali bergejolak setelah sempat dibuka; ada laporan insiden serangan terhadap kapal, dan AS menegaskan blokade berlanjut sampai ada kesepakatan.(asd)
Sumber: Newsmaker.id