• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

19 December 2025 08:01  |

BOJ Bersiap Naikkan Suku Bunga, Apa Dampaknya?

Bank Sentral Jepang (BOJ) diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada hari Jumat ke level tertinggi dalam tiga dekade, dari 0,5% menjadi 0,75%, sekaligus memberi sinyal kesiapan untuk kenaikan lebih lanjut setelah tahun depan. Langkah ini menunjukkan keyakinan BOJ bahwa kenaikan upah yang berkelanjutan akan menjaga inflasi di sekitar target 2%, meski suku bunga tetap rendah dibanding standar global.

Kenaikan ini menjadi langkah penting dalam upaya Gubernur Kazuo Ueda menormalkan kebijakan moneter di Jepang, yang telah lama terbiasa dengan pelonggaran ekstrem dan suku bunga mendekati nol. Pasar kini fokus pada konferensi pers Ueda pasca-pertemuan untuk mencari petunjuk tentang laju dan besarnya kenaikan di masa mendatang, yang berpotensi memengaruhi status yen sebagai sumber pendanaan murah bagi investor global.

Analis dari Evercore ISI menilai Ueda kemungkinan akan menekankan bahwa inflasi berada di jalur yang tepat, suku bunga riil tetap rendah, dan kondisi keuangan masih akomodatif. Hal ini menyiratkan kemungkinan normalisasi lebih lanjut dari waktu ke waktu. Survei Reuters menunjukkan sekitar 90% ekonom memperkirakan kenaikan menjadi 0,75%, dan lebih dari dua pertiga memperkirakan suku bunga bisa mencapai 1% pada September tahun depan.

Keputusan BOJ ini muncul sehari setelah Bank Sentral Eropa mempertahankan kebijakan suku bunga dan memberi sinyal akhir dari siklus penurunan suku bunga mereka. Dengan inflasi konsumen inti Jepang mencapai 3% pada November, stabil dari bulan sebelumnya dan jauh di atas target, anggota dewan BOJ semakin siap mendukung kenaikan suku bunga untuk mencegah risiko inflasi terlalu tinggi.

Faktor lain yang memengaruhi keputusan BOJ adalah pelemahan yen, yang meningkatkan biaya impor dan mendorong inflasi. Pemerintah Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang pro-pelonggaran kebijakan moneter, diyakini setuju dengan kenaikan suku bunga untuk mengimbangi efek pelemahan yen terhadap paket stimulus. Toshihiro Nagahama, salah satu ajudan pemerintah, menegaskan bahwa nilai tukar memiliki dampak signifikan terhadap kebijakan BOJ. (az)

 

Sumber: Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
FISCAL & MONETARY

BOJ Pertahankan Suku Bunga, Pangkas Prospek Pertumbuhan PDB

Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga jangka pendek utamanya tidak berubah pada 0,5% selama pertemuannya di bulan Mei...

1 May 2025 10:46
BIAS23.com NM23 Ai