Iran Siapkan Aturan Izin Hormuz, Risiko Tol Jadi Perhatian
Iran menyatakan kapal yang melintasi Selat Hormuz harus memperoleh izin dari otoritasnya, dalam dokumen yang membuka dasar bagi pengaturan asuransi wajib dan kemungkinan biaya transit di masa depan. Langkah ini menambah ketidakpastian bagi pengirim dan produsen energi setelah arus kapal melalui jalur vital tersebut mulai pulih secara bertahap.
Dalam dokumen Otoritas Selat Teluk Persia, kapal yang melewati Hormuz diwajibkan memiliki polis asuransi. Untuk saat ini, asuransi tersebut diberikan gratis dengan biaya ditanggung oleh Republik Islam Iran. Namun, otoritas itu menyatakan berhak memperkenalkan biaya asuransi di masa mendatang, yang nantinya harus dibeli dan diperbarui oleh pemilik kapal.
Aturan tersebut menjadi perhatian karena nota kesepahaman AS-Iran hanya menjamin transit gratis selama 60 hari. Setelah periode itu, pasar mulai mempertanyakan apakah Teheran akan berupaya mengenakan tol atau skema biaya lain terhadap kapal yang melintasi salah satu jalur energi paling penting dunia.
Dokumen Iran juga meminta kapal mengikuti rute yang telah ditentukan. Instruksi ini tampak berbeda dengan panduan kelompok angkatan laut Barat pada Kamis malam, yang menyarankan kapal menyusuri pantai Oman. Perbedaan arahan ini dapat memperumit koordinasi keselamatan pelayaran di Selat Hormuz.
Industri pelayaran masih mencari kejelasan tentang bagaimana selat tersebut akan dikelola setelah Iran menyetujui kesepakatan sementara untuk mengembalikan lalu lintas ke level sebelum perang dalam 30 hari. Transit sempat melonjak pada Kamis, tetapi pergerakan kapal yang terlihat melambat tajam pada Jumat.
PGSA dibentuk Iran selama perang dan telah dikenai sanksi oleh AS. Negara-negara tetangga Iran juga menolak legitimasi lembaga tersebut. Bagi pasar energi, risiko utama bukan hanya pembukaan kembali Hormuz, tetapi juga kepastian aturan, biaya, dan otoritas yang mengatur jalur tersebut.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada respons pemilik kapal, produsen Teluk, dan negara-negara Barat terhadap aturan izin Iran. Jika ketidakpastian biaya dan rute berlanjut, pemulihan arus energi melalui Hormuz dapat berlangsung lebih lambat meski kesepakatan sementara masih berlaku.(gn)
Sumber: Newsmaker.id