AS-Iran Berakhir Tanpa Deal, Tapi Ada Progress
Pembicaraan nuklir Amerika Serikat dan Iran di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan pada Kamis (26/2), namun mediator Oman menyatakan ada kemajuan yang bisa membuka ruang diplomasi lanjutan.
Meski begitu, belum terlihat “breakthrough” yang cukup kuat untuk benar-benar meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi aksi militer AS, di tengah pengerahan kekuatan besar-besaran di kawasan.
Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi menyebut kedua pihak akan melanjutkan negosiasi “segera” setelah konsultasi di ibu kota masing-masing. Oman juga menyampaikan bahwa pembahasan akan berlanjut pada level teknis pekan depan di Wina, yang dipandang membantu menahan spekulasi eskalasi dalam waktu dekat.
Dari sisi Iran, Menlu Abbas Araqchi menyebut diskusi ini termasuk yang paling serius, dengan “sebagian isu” sudah menemukan titik temu, namun masih ada perbedaan pada isu lain. Iran menegaskan fokus utama mereka adalah pencabutan sanksi, sementara Washington selama ini menekankan konsesi yang lebih dalam dari Teheran. Hingga artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi langsung dari tim negosiator AS, meski Axios mengutip pejabat senior AS yang menyebut prosesnya “positif.”
Sementara itu, isu-isu inti seperti pengayaan uranium dan apakah pembahasan diperluas ke program rudal balistik serta dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata regional masih menjadi batu sandungan utama.
Dengan tenggat waktu politik yang kian mepet dan postur militer AS yang meningkat, pasar menilai jalur diplomasi masih terbuka—namun risiko ketegangan tetap “on” sampai ada bukti kesepakatan yang lebih konkret.(yds)
Sumber: Newsmaker.id