Trump Janjikan Tambahan Senjata untuk Ukraina, Kritik Serangan Rusia
Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina, sebagai respons terhadap serangan besar-besaran Rusia yang terus berlangsung. Pernyataan itu disampaikan pada Senin malam (7/7) saat jamuan makan malam dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih. Menurut Trump, Ukraina "sangat terpukul" dan perlu perlindungan. Ia menegaskan bahwa senjata yang dikirim akan bersifat pertahanan, namun tidak merinci jenis atau jumlahnya.
Langkah ini menjadi pembalikan arah setelah sebelumnya Pentagon menghentikan sebagian pengiriman rudal pertahanan dan peluru artileri ke Ukraina. Keputusan tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di Kyiv. Namun, Trump memastikan bahwa bantuan akan tetap mengalir, terutama setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berbicara langsung dengannya lewat telepon pada hari Jumat lalu, meminta pencabutan penghentian bantuan militer.
Trump juga menyampaikan kekecewaannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menurutnya belum menunjukkan tanda-tanda menghentikan serangan. Ia menyebut ribuan orang telah tewas dan menyayangkan bahwa Rusia masih terus menggempur kota-kota Ukraina dengan drone dan rudal. Trump sebelumnya mencoba menjadi penengah perdamaian, namun hingga kini upaya itu belum membuahkan hasil.
Penghentian sementara pengiriman senjata sebelumnya dijelaskan Pentagon sebagai bagian dari peninjauan stok amunisi AS pasca serangan terhadap Iran. Menurut laporan Wall Street Journal, Trump sempat memerintahkan evaluasi ulang stok, namun bukan penghentian penuh. Gedung Putih menyebut keputusan meninjau ulang diambil oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Sementara itu, Ukraina berharap dukungan AS akan terus berlanjut di tengah tekanan militer dari Rusia yang semakin intens.
Sumber: (ayu-newsmaker)