Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?
Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklirnya akhir pekan lalu. Pangkalan tersebut merupakan markas Komando Pusat AS di Timur Tengah. Serangan tidak menimbulkan kerusakan karena rudal berhasil dicegat dan pangkalan telah dievakuasi sebelumnya.
Pemerintah Iran menyebut serangan itu sebagai respons "proporsional dan tegas", namun bersifat simbolis. Menurut kantor berita IRNA, jumlah rudal yang ditembakkan sama dengan jumlah bom yang dijatuhkan AS, dan Iran menegaskan tidak berniat menyakiti Qatar yang disebut sebagai negara sahabat. Langkah ini dipandang sebagai sinyal bahwa Iran tidak ingin memperluas konflik.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa pemboman terhadap fasilitas nuklir Iran berhasil menghentikan potensi pengayaan uranium untuk senjata. Ia menegaskan jika Iran mencoba membangun kembali program nuklirnya, mereka akan menghadapi militer AS yang "sangat kuat". Meski begitu, AS melihat serangan rudal Iran lebih sebagai unjuk sikap daripada ancaman serius.
Hanya beberapa jam setelah serangan itu, Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata total antara Iran dan Israel. Kesepakatan ini dinilai sebagai langkah diplomatik besar yang bisa mengakhiri konflik selama 12 hari. Banyak pengamat menilai Iran sedang mengirim pesan bahwa mereka memilih meredakan ketegangan dan membuka ruang damai.(ayu)
Sumber: Newsmaker