• Mon, Aug 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

17 August 2026 18:39  |

Deadline Habis, AS-Iran Makin Jauh dari Damai

AS dan Iran melewati tenggat 60 hari pada Senin (17/8) tanpa mencapai kesepakatan untuk membatasi program nuklir Teheran. Tenggat tersebut merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan pada Juni, tetapi kegagalan mencapai kemajuan kembali menunjukkan bahwa hubungan Washington dan Teheran masih jauh dari penyelesaian.

Presiden Donald Trump sebelumnya menyebut kesepakatan tersebut sebagai jalan menuju pembatasan program nuklir Iran sekaligus berakhirnya konflik. Namun, kesepakatan itu gagal membuka kembali Selat Hormuz secara penuh maupun menghentikan perang yang kini telah memasuki bulan keenam. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei bahkan menegaskan bahwa negosiasi nuklir tersebut tidak pernah benar-benar dimulai.

Meski serangan langsung AS terhadap Iran relatif berkurang sejak akhir Juli, kedua negara kini terlihat beralih ke perang tekanan ekonomi. Washington kembali mencabut kelonggaran sanksi terhadap minyak Iran dan menerapkan blokade laut terhadap sejumlah pelabuhan, dengan tujuan menekan perekonomian Teheran agar bersedia memberikan konsesi.

Iran, di sisi lain, masih menggunakan pengaruhnya terhadap Selat Hormuz sebagai alat tekanan strategis. Gangguan pelayaran melalui jalur yang sangat penting bagi perdagangan minyak dan gas dunia membuat Teheran memiliki kemampuan untuk meningkatkan tekanan terhadap pasar energi global sekaligus menaikkan biaya ekonomi bagi Washington dan sekutunya.

Risiko eskalasi militer juga belum sepenuhnya hilang. Ketegangan sebelumnya telah memicu serangan dan serangan balasan setelah Iran memperketat kontrol terhadap kapal yang melewati Hormuz. Trump juga dilaporkan sempat mempertimbangkan operasi militer yang lebih besar, tetapi mengurungkan langkah tersebut setelah mendapat tekanan dari sekutu regional dan kekhawatiran mengenai persediaan amunisi AS.

Analisis Newsmaker: Berakhirnya tenggat 60 hari tanpa kesepakatan memperkuat sinyal bahwa jalur diplomasi AS-Iran sedang mengalami kebuntuan serius. Jika kedua negara terus memilih tekanan ekonomi dan Hormuz tetap menjadi alat tawar Iran, risiko terhadap harga minyak dan inflasi global akan tetap tinggi. Kondisi ini juga menjaga potensi permintaan safe haven seperti emas, sementara eskalasi militer baru dapat kembali meningkatkan volatilitas pasar secara tajam.(arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

China Konfirmasi Kunjungan Trump, Pasar Siaga!

Tiongkok mengumumkan rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok pada 13–15 Mei, dengan agenda pertemuan tingkat...

11 May 2026 08:12
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

Teluk Membara, Hormuz Terkunci Lagi?

Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat saling serang besar pada Minggu, menjadi eskalasi paling berat dalam beberapa bulan...

13 July 2026 07:39
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai