Hormuz Memanas, Minyak dan Emas Waspada
Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah Iran dilaporkan menembakkan setidaknya dua rudal ke kapal komersial yang melintas di jalur tersebut pada Senin malam waktu setempat (7 Juli 2026). Laporan Axios yang mengutip pejabat Amerika Serikat menyebut dua kapal komersial terkena serangan dan mengalami kerusakan signifikan, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Insiden ini terjadi setelah sebelumnya UK Maritime Trade Operations melaporkan sebuah tanker yang bergerak di dekat wilayah Oman terkena proyektil di sisi kiri kapal hingga memicu kebakaran. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, tetapi peristiwa ini kembali menyoroti risiko keamanan di salah satu jalur energi paling penting dunia.
Bagi pasar minyak, kabar ini bisa menjadi sentimen bullish jangka pendek. Jika serangan di Hormuz berlanjut, kekhawatiran gangguan pasokan dapat kembali mendorong harga Brent dan WTI naik, meskipun sebelumnya harga minyak sempat tertekan oleh diskon besar Arab Saudi dan rencana kenaikan produksi OPEC+.
Dampaknya ke emas juga perlu diperhatikan. Ketika risiko geopolitik meningkat, investor biasanya mulai mencari aset safe haven seperti emas. Jadi, meskipun emas masih dibayangi dolar AS dan ekspektasi suku bunga The Fed, kabar serangan di Hormuz bisa memberi dorongan baru bagi gold.
Kesimpulannya, market malam ini bisa lebih sensitif terhadap headline geopolitik. Kalau kabar serangan ini berkembang menjadi eskalasi lebih besar, minyak berpotensi naik dan emas bisa ikut mendapat aliran safe haven. Namun, kalau situasi cepat diredam dan lalu lintas kapal tetap berjalan, efeknya ke market bisa terbatas.(asd)
Source: Newsmaker.id