• Tue, Jun 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 May 2026 17:05  |

Ancaman Iran Membayangi Pasar Energi, Trump Siap Tindak Lanjut

Pasukan paramiliter Iran, Revolutionary Guard, mengeluarkan peringatan keras pada Rabu (20/5) bahwa konflik di Timur Tengah bisa meluas ke luar wilayah regional jika Amerika Serikat dan Israel melanjutkan serangan terhadap Tehran. Mereka menegaskan, setiap agresi baru akan dibalas dengan "pukulan menghancurkan" di tempat yang tak terduga, menambah ketidakpastian geopolitik global.

Sementara itu, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa perang dengan Iran bisa berakhir "sangat cepat" jika negosiasi berjalan lancar. Namun, ia tetap menyiagakan militer AS untuk menyerang jika kesepakatan tidak tercapai. Wakil Presiden JD Vance menambahkan, negosiasi dengan Iran berada di "posisi yang cukup baik," dan baik AS maupun Tehran tidak ingin memulai kembali operasi militer.

Ketegangan tetap tinggi di Selat Hormuz, jalur strategis yang mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia. Sejak konflik dimulai pada akhir Februari, sebagian besar lalu lintas kapal hampir terhenti, meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global dan tekanan inflasi di berbagai negara.

Harga minyak Brent untuk Juli diperdagangkan di level $110,25 per barel di sesi Eropa, sedikit menurun setelah beberapa kapal tanker China dan Korea Selatan meninggalkan Selat Hormuz, memberikan harapan pasokan minyak bisa kembali mengalir. Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di $102,75 per barel. Pasar masih menunggu data inventaris AS untuk sinyal lebih lanjut mengenai stok minyak di tengah gangguan pasokan yang berkelanjutan.

Investor tetap waspada, karena ketidakpastian negosiasi dan ancaman eskalasi militer dapat mendorong volatilitas di pasar energi dan aset global. Brent masih jauh di atas level pra-perang sekitar $70 per barel, menunjukkan dampak konflik terhadap harga energi tetap signifikan.

Para pelaku pasar kini memantau respons resmi AS terhadap proposal perdamaian Iran, perkembangan sanksi, dan aktivitas kapal di Selat Hormuz. Faktor-faktor ini diyakini akan menentukan ketahanan premi risiko energi, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi global ke depan. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

China Konfirmasi Kunjungan Trump, Pasar Siaga!

Tiongkok mengumumkan rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok pada 13–15 Mei, dengan agenda pertemuan tingkat...

11 May 2026 08:12
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai