AS Klaim Gencatan Senjata Masih Berlaku, “Project Freedom” Uji Ketahanan Hormuz
Amerika Serikat meredam spekulasi kembalinya perang aktif dengan Iran setelah serangkaian insiden di Selat Hormuz dan serangan rudal ke Uni Emirat Arab (UEA). Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengatakan serangan Teheran terhadap kapal di Teluk Persia dan UEA tidak dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata, sementara Menhan Pete Hegseth menegaskan truce yang dimulai hampir sebulan lalu masih berlaku.
Ketegangan memanas pada Senin (4/5) setelah Presiden Donald Trump mengumumkan “Project Freedom”, yang disebut sebagai operasi defensif dan sementara untuk memandu kapal netral yang terjebak di Teluk melewati Hormuz. Setidaknya dua kapal dagang dilaporkan melintasi selat dengan bantuan AS, sementara dua kapal perang AS memasuki Teluk. Namun Hegseth menegaskan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran tetap berjalan penuh, sembari menekankan kesiapan pasukan AS untuk kembali beroperasi bila diperlukan dan menyerukan negara lain ikut membantu.
Di sisi lain, Iran memperingatkan semua kapal agar tidak mencoba melintasi Hormuz tanpa izin Teheran. Iran dilaporkan menyerang sebuah kapal kargo Korea Selatan dan menyerang tanker kosong milik ADNOC pada Senin tanpa laporan korban jiwa. Caine menyebut lebih dari 1.550 kapal komersial dengan sekitar 22.000 pelaut saat ini terjebak di Teluk Persia. UEA juga menyatakan merespons ancaman rudal dan drone, dengan mencegat hampir seluruh dari sekitar 20 proyektil yang ditembakkan dari Iran sehari sebelumnya.
Dampak pasar kembali tercermin pada minyak: Brent turun sekitar 3,6% pada Selasa ke bawah US$111 per barel, setelah melonjak hampir 6% pada Senin. Pergerakan ini menegaskan pasar masih mem-price-in risiko eskalasi di jalur energi utama, meski Washington mencoba membingkai operasi sebagai langkah kemanusiaan dan defensif. Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada kelancaran lintasan kapal di Hormuz, respons Iran terhadap “Project Freedom”, status blokade AS, serta progres mediasi Pakistan yang disebut Iran “membuat kemajuan.”(Arl)
Sumber: Newsmaker.id