• Tue, Apr 14, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 April 2026 21:28  |

AS Mulai Blokade Hormuz, Pasar Kembali Reprice Risiko Energi

Amerika Serikat pada Senin (13/4) mulai memblokir kapal yang masuk atau keluar dari Selat Hormuz, memperketat tekanan terhadap Iran setelah perundingan damai akhir pekan berakhir tanpa kesepakatan. Langkah ini langsung memicu pergeseran sentimen pasar, dengan saham AS melemah dan harga minyak menguat menjelang implementasi blokade.

Presiden Donald Trump menyatakan rencana itu sebagai respons atas penolakan Iran menghentikan ambisi nuklir dan menuding Teheran melakukan “world extortion” lewat pembatasan lalu lintas di selat tersebut. Trump menyebut blokade berlaku untuk “setiap kapal” yang mencoba masuk atau keluar Hormuz, dimulai pukul 10.00 ET. Namun, US Central Command menambahkan klausul bahwa pasukan AS tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal yang melintasi Hormuz menuju atau dari pelabuhan non-Iran, yang mengindikasikan fokus utama pada arus terkait pelabuhan Iran.

Washington juga menyebut negara lain akan “terlibat” dalam operasi ini, tetapi sebagian sekutu AS—termasuk anggota NATO Inggris dan Prancis—sudah menyatakan tidak akan ikut. Dari Teheran, pejabat Iran merespons dengan nada menantang dan memperingatkan blokade AS berisiko mendorong harga energi global lebih tinggi.

Langkah blokade ini datang ketika gencatan senjata AS–Iran yang rapuh belum resmi dibatalkan, tetapi makin terkikis oleh saling tuding pelanggaran. Gencatan senjata disepakati pekan lalu setelah Trump mengeluarkan ultimatum. Harapan tercapainya kesepakatan sempat menguat ketika tim negosiasi AS—termasuk Wakil Presiden JD Vance—terbang ke Islamabad untuk pembicaraan damai, namun Vance mengatakan delegasi AS pulang tanpa hasil; setelah 21 jam negosiasi, Iran masih menolak komitmen untuk tidak mengejar atau mengembangkan senjata nuklir.

Pasar kini memantau detail teknis penegakan blokade dan ruang lingkup operasinya, respons Iran terhadap arus pelayaran dan infrastruktur maritim, serta apakah jalur diplomasi bisa dibuka kembali di tengah risiko eskalasi yang dapat memperpanjang volatilitas harga energi. (Arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai