Iran Targetkan Infrastruktur Energi UEA, Ladang Gas Terbakar dan Tanker Diserang Dekat Selat Hormuz
Gelombang serangan baru terhadap infrastruktur energi Uni Emirat Arab (UEA) memperbesar kekhawatiran pasar tentang gangguan pasokan yang berkepanjangan di tengah perang Iran. Serangan terbaru dilaporkan memicu kebakaran di ladang gas Shah dan menambah tekanan pada Fujairah, hub ekspor dan bunkering penting UEA yang berada di luar Selat Hormuz.
Otoritas Abu Dhabi menyebut operasi di Shah gas field masih ditangguhkan setelah serangan drone memicu kebakaran, tanpa laporan korban jiwa. Ladang gas Shah merupakan aset strategis UEA dan dioperasikan oleh joint venture ADNOC dan Occidental Petroleum.
Di lokasi terpisah, serangan drone juga memicu kebakaran di Fujairah Oil Industry Zone, salah satu titik paling krusial bagi ekspor crude UEA dan layanan bunkering global. Fujairah dipandang sebagai “jalur napas” UEA karena menjadi salah satu rute ekspor yang dapat mengurangi ketergantungan pada Hormuz, tetapi serangkaian serangan berulang menegaskan rapuhnya jalur alternatif tersebut.
Selain itu, insiden keamanan maritim makin memperkeruh situasi. Laporan menyebut tanker di sekitar perairan dekat Fujairah/area sekitar Hormuz turut terkena proyektil, menambah alarm bagi perusahaan pelayaran dan asuransi. Otoritas maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah kapal tanker yang berlabuh di lepas pantai Fujairah terkena proyektil tak dikenal, meski tidak ada korban jiwa.
UEA sempat menutup wilayah udaranya secara singkat menyusul kebakaran yang terkait serangan drone, sebelum kemudian dibuka kembali. Perkembangan ini menegaskan bahwa eskalasi konflik bukan hanya mengganggu arus energi, tetapi juga menekan keamanan transportasi dan logistik regional.
serangan terhadap aset energi UEA memperlihatkan konflik sudah masuk fase “perang energi” yang lebih luas. Selama Hormuz tetap tidak aman dan jalur ekspor alternatif seperti Fujairah ikut terancam, pasar akan terus mem-price-in premi risiko tinggi—bukan hanya pada minyak mentah, tetapi juga produk olahan seperti diesel dan jet fuel yang lebih sensitif terhadap gangguan pengilangan dan logistik.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id