• Wed, Mar 18, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

17 March 2026 21:52  |

Trump Tekan Kuba, Rusia Siapkan Bantuan

Rusia menyatakan “solidaritas tak tergoyahkan” kepada Kuba pada Selasa (17/3), setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan komentar bahwa ia berharap mendapat “kehormatan” untuk “mengambil Kuba” dan mengklaim bisa “melakukan apa pun” terhadap negara pulau yang diperintah pemerintahan komunis itu. Moskow, tanpa menyebut nama Trump, menyebut situasi di “Island of Liberty” sebagai eskalasi yang mengkhawatirkan.

Kementerian luar negeri Rusia mengecam apa yang disebutnya sebagai upaya campur tangan kasar, intimidasi, serta penggunaan langkah pembatasan sepihak yang ilegal. Rusia juga menautkan memburuknya kondisi Kuba pada embargo AS yang berlangsung lama—yang dalam fase terbaru mencakup pembatasan energi—dan menegaskan siap memberi dukungan, termasuk finansial. Kremlin menyatakan tetap berkomunikasi dengan kepemimpinan Kuba dan siap membantu “semaksimal mungkin.”

Tekanan AS ke Kuba meningkat seiring kebijakan blokade minyak yang disebut telah memperparah krisis energi dan kelistrikan di pulau tersebut. Dalam konteks diplomasi, laporan media AS menyebut penggantian Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menjadi salah satu tujuan utama AS, dengan sinyal kepada negosiator Kuba bahwa Díaz-Canel harus lengser—meski langkah berikutnya diserahkan pada pihak Kuba.

Dampaknya, episode ini memperlebar risiko geopolitik lintas kawasan pada saat pasar global sudah sensitif terhadap konflik Timur Tengah dan gangguan energi. Bagi investor, eskalasi retorika dan sanksi meningkatkan ketidakpastian arah pasokan energi regional, arus perdagangan, serta persepsi risiko negara berkembang—faktor yang dapat memperkuat volatilitas mata uang dan komoditas.

Pelaku pasar berikutnya akan memantau arah kebijakan Washington terkait blokade energi, sinyal stabilitas politik di Havana, serta respons Moskow dalam bentuk dukungan finansial maupun material—karena kombinasi faktor tersebut menentukan apakah ketegangan ini berhenti di level retorika atau berkembang menjadi tekanan ekonomi yang lebih sistemik. (Arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai