• Tue, Mar 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 March 2026 23:23  |

Trump Dorong “Koalisi Hormuz” di Pidato Malam Ini, Tekankan Jalur Energi Harus Dibuka

Pidato Presiden AS Donald Trump malam ini menyorot satu pesan utama: jalur energi global melalui Selat Hormuz harus diamankan dan dibuka kembali, serta sekutu-sekutu AS diminta ikut mengambil peran. Trump menilai gangguan di Hormuz telah berubah menjadi ancaman ekonomi global karena jalur tersebut biasanya menyalurkan sekitar seperlima aliran minyak dunia, sementara perang AS–Israel vs Iran masih memicu risiko serangan terhadap pelayaran dan infrastruktur energi.

Trump juga menekan sejumlah negara yang sangat bergantung pada minyak Teluk—termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris—agar ikut membantu “policing” atau pengamanan laut di sekitar Hormuz. Dalam laporan Reuters, Trump menyebut negara-negara yang menerima manfaat dari aliran energi kawasan seharusnya ikut bertanggung jawab menjaga keamanan rute tersebut, dan AS sedang mendorong pembentukan koalisi pengamanan untuk memastikan tanker dapat kembali melintas.

Nada tekanan Trump meluas ke arena geopolitik yang lebih besar. Dalam wawancara yang dikutip Reuters dan Financial Times, Trump bahkan memperingatkan NATO bisa menghadapi “masa depan yang sangat buruk” jika sekutu tidak membantu AS dalam misi pembukaan Hormuz. Ia menyinggung kebutuhan kemampuan seperti minesweeper/anti-ranjau dan dukungan keamanan lain untuk memulihkan jalur perdagangan, sambil menyiratkan bahwa komitmen sekutu akan menjadi isu penting dalam hubungan AS dengan mitra-mitranya.

Di lapangan, situasi tetap panas dan membuat pasar menahan napas. AP melaporkan serangan dan ancaman di kawasan Teluk masih berlangsung, termasuk insiden drone/misil yang mempengaruhi keamanan fasilitas dan penerbangan, sementara kekhawatiran soal pasokan energi global tetap tinggi. Dalam konteks ini, wacana koalisi pengamanan dipandang sebagai upaya menahan “oil shock”, tetapi efektivitasnya bergantung pada seberapa cepat negara-negara mau bergabung dan seberapa aman operasi bisa dijalankan.

Sementara itu, Iran tetap menunjukkan sikap menantang. Reuters mencatat pejabat Iran menolak klaim bahwa Teheran mencari gencatan senjata atau negosiasi, dan menyatakan akan tetap melanjutkan langkah-langkah balasan. Itulah sebabnya, meski Trump mengisyaratkan konflik bisa berakhir “segera”, pasar dan pelaku pelayaran masih menunggu bukti konkret: apakah Hormuz benar-benar bisa kembali aman untuk perdagangan normal, atau justru risiko eskalasi tetap mengunci jalur tersebut lebih lama.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai