• Mon, Mar 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 March 2026 11:30  |

Trump Desak Negara Lain Turun Tangan Amankan Hormuz

Presiden AS Donald Trump mengatakan ia “menuntut” negara-negara lain ikut berkontribusi dalam upaya pengamanan Selat Hormuz, di tengah kondisi tertutup jalur tersebut yang disebut masih efektif bagi kapal tanker minyak. Trump menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan pada Minggu di Air Force One, tanpa menyebut negara mana saja yang dimaksud.

Trump menilai negara-negara yang bergantung pada energi dari kawasan itu seharusnya ikut memikul tanggung jawab. Menurutnya, Selat Hormuz adalah jalur yang menjadi sumber pasokan energi bagi banyak negara, sehingga mereka “seharusnya datang dan membantu” menjaga keamanan koridor tersebut.

Ia juga menyoroti posisi China sebagai salah satu pihak yang bergantung pada minyak yang melintasi Hormuz. Trump menilai mengapa AS harus mempertahankan jalur itu, sementara ia menilai jalur tersebut “lebih banyak untuk Tiongkok dan banyak negara lain,” dan menyatakan Beijing seharusnya menjamin koridor tersebut.

Trump mengatakan AS sedang berdiskusi dengan “sekitar tujuh” negara untuk terlibat membantu kapal-kapal melintas dengan aman, namun ia tidak menanyakan siapa saja yang masuk dalam pembicaraan tersebut. Ia menyebutkan sejumlah negara memiliki aset seperti kapal penyapu ranjau atau jenis kapal tertentu yang dinilai dapat membantu pengamanan jalur laut.

Trump menginginkan kerja yang sama itu dimulai “segera,” meskipun ia mengakui implementasinya akan memerlukan waktu. Dalam konteks ini, pembukaan kembali jalur perdagangan melalui Hormuz menjadi target penting bagi Gedung Putih, terutama setelah harga minyak menembus di atas $100 per barel.

Dalam wawancara terpisah dengan Financial Times pada hari yang sama, Trump menyatakan ia dapat menunda rencana pertemuan puncak dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping jika Beijing tidak membantu upaya membuka kembali jalur tersebut. Ia juga diperingatkan bahwa NATO dapat menghadapi masa depan yang “sangat buruk” jika anggota negara-negara tidak ikut membantu di Hormuz.

Ke depan, dinamika Hormuz berpotensi tetap menjadi volatilitas pasar. Jika penutupan berkepanjangan atau eskalasi memperpanjang gangguan aliran energi, risiko kenaikan harga minyak cenderung bertahan, yang dapat meningkatkan permintaan lindung nilai pada emas dan menopang dolar melalui saluran risk-off serta ekspektasi inflasi. Sebaliknya, jika koordinasi internasional mempercepat normalisasi pelayaran dan meringankan premi risiko geopolitik, tekanan pada minyak bisa berkurang, emas berisiko kehilangan sebagian dukungan safe haven, sementara dolar berpotensi melemah seiring dengan meredanya kebutuhan aset aman. (asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai