Pidato Trump: “Operasi Penuh” di Iran, Tanpa Batas Waktu Jelas
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pidato larut malam (23.00 WIB) menyatakan operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut hingga seluruh tujuan AS tercapai. Ia menekankan kampanye serangan masih berlangsung “dengan kekuatan penuh” dan tidak memberi tenggat waktu spesifik, sambil menggambarkannya sebagai operasi berskala sangat besar.
Trump mengklaim AS dan mitranya telah melancarkan Operasi “Epic Fury” dan menghantam ratusan target, termasuk fasilitas Garda Revolusi serta sistem pertahanan udara. Ia juga menyebut AS telah melumpuhkan sejumlah aset angkatan laut Iran dalam waktu singkat.
Dalam pidatonya, Trump kembali menegaskan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, seraya menyatakan struktur komando militer Iran mengalami pukulan berat. Ia juga menyebut banyak pihak di Iran disebut ingin menyerah dan meminta jaminan keselamatan.
Trump turut menyampaikan kabar duka: tiga personel militer AS tewas dalam operasi, dan ia memperingatkan korban tambahan masih mungkin terjadi. Ia menyebut AS akan membalas kematian tersebut dan melanjutkan misi, seraya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta doa bagi yang terluka.
Trump menegaskan alasan utama operasi adalah mencegah Iran memiliki rudal jarak jauh dan senjata nuklir, yang menurutnya akan menjadi ancaman serius. Ia menggambarkan kampanye ini sebagai langkah untuk keamanan jangka panjang, bukan hanya untuk situasi saat ini.
Di akhir pidato, Trump menyerukan aparat keamanan Iran—termasuk Garda Revolusi dan polisi militer—untuk meletakkan senjata, serta meminta warga Iran yang menginginkan perubahan memanfaatkan momentum saat ini. Ia menutup pernyataan dengan menegaskan dukungan bagi sekutu dan memuji peran militer AS.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id