• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

10 February 2026 07:42  |

China Menyuntikkan Likuiditas Menjelang Tahun Baru Imlek, Apa Dampaknya ke Harga Emas?

Menjelang libur Imlek, Bank Sentral China (PBOC) kembali tancap gas menjaga perbankan tetap “banjir cash”. Tujuannya simpel: saat musim belanja, mudik, dan tradisi bagi-bagi angpau, permintaan uang tunai biasanya naik tajam kalau dibiarkan, pasar uang bisa seret dan bunga pendanaan melonjak.

Langkah paling kelihatan adalah injeksi dana besar lewat operasi pasar uang. Sejumlah laporan menyebut PBOC memasukkan 600 miliar yuan lewat repo tenor 14 hari, mengakhiri jeda dua bulan untuk operasi ini. Pasar menilai ini sebagai cara cepat menutup lubang likuiditas jelang libur panjang.

Kenapa harus segede itu? Karena jelang Imlek, bukan cuma masyarakat yang tarik cash. Ada juga faktor lain yang “nyedot” uang dari sistem: jatuh tempo pinjaman/operasi sebelumnya, kebutuhan dana perusahaan, sampai penerbitan obligasi pemerintah. Bloomberg bahkan menghitung potensi “gap” likuiditas jelang libur bisa sangat besar, makanya PBOC memilih main aman dari awal.

Di sisi lain, China juga masih jadi cerita penting buat emas karena satu hal: PBOC terus menambah cadangan emas sudah 15 bulan berturut-turut. Ini memperkuat narasi bahwa permintaan “resmi” dari bank sentral tetap ada, walaupun harga emas dunia lagi volatil.

Impact ke harga emas & korelasinya: suntikan likuiditas jelang Imlek biasanya bikin sentimen pasar lebih tenang/risk-on, jadi dalam jangka pendek emas bisa ketahan atau terkoreksi karena trader ambil untung. Tapi di saat bersamaan, likuiditas yang longgar + musim belanja Imlek sering ikut mengangkat permintaan emas fisik di China (perhiasan & hadiah), dan itu bisa jadi bantalan saat harga turun. Reuters mencatat permintaan China cenderung menguat menjelang Lunar New Year ketika harga sempat terkoreksi.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai