• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 November 2025 07:44  |

Goldman Ramal Minyak Ambruk Sampai 2026

Goldman Sachs memperkirakan harga minyak masih akan cenderung turun hingga tahun 2026 karena lonjakan produksi yang membuat pasar berada dalam kondisi surplus besar, sekitar 2 juta barel per hari. Bank investasi tersebut memprediksi Brent akan rata-rata di USD 56 per barel dan WTI di USD 52 pada 2026, lebih rendah dari harga kontrak berjangka saat ini yang berada di sekitar USD 63 untuk Brent dan USD 60 untuk WTI.

Menurut Goldman Sachs, gelombang pasokan baru ini terutama berasal dari proyek migas jangka panjang yang diambil keputusan investasinya sebelum pandemi, sempat tertunda saat Covid, dan sekarang mulai berproduksi bersamaan. Selain itu, ada efek dari keputusan strategis OPEC untuk mulai melepas pemangkasan produksi. Sejak April, OPEC+ (OPEC bersama Rusia dan sekutunya) terus menambah output, sementara produsen lain seperti AS dan Brasil juga meningkatkan produksi. International Energy Agency (IEA) bahkan memproyeksikan surplus yang lebih besar lagi tahun depan, hingga 4,09 juta barel per hari.

Meski proyeksi jangka pendek dan menengah terlihat bearish, Goldman Sachs memperkirakan harga minyak bisa mulai pulih dari tahun 2027. Harga yang rendah pada 2025–2026 diperkirakan akan menekan produksi dari negara-negara non-OPEC, sementara hanya sedikit proyek baru yang akan masuk setelah 15 tahun kekurangan investasi di sektor hulu. Dalam jangka panjang, Goldman Sachs memperkirakan Brent/WTI akan naik ke level USD 80/76 menjelang akhir 2028.

Namun, jalur pergerakan harga tidak akan mulus. Goldman Sachs menilai, pada 2026/2027, harga Brent bisa turun hingga kisaran USD 40-an jika pasokan non-OPEC tetap kuat atau jika ekonomi global masuk resesi. Sebaliknya, Brent bisa menembus di atas USD 70 per barel jika pasokan Rusia turun lebih tajam dari perkiraan. Untuk saat ini, Brent futures diperdagangkan di sekitar USD 64,31 per barel, sementara WTI berada di kisaran USD 60,02 per barel pada perdagangan terbaru.(asd)

Source: Bloomberg.com

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai