• Thu, Jun 25, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 June 2026 21:48  |

Data EIA Beri Sinyal Campuran

Persediaan minyak mentah AS turun jauh lebih besar dari perkiraan pasar pada pekan yang berakhir 19 Juni. Stok crude oil AS merosot 6,088 juta barel menjadi 412,1 juta barel. Angka ini lebih besar dari ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan sekitar 4,5 juta barel.

Penurunan stok minyak biasanya menjadi sinyal positif bagi harga crude karena menunjukkan pasokan domestik menyusut. Namun, respons pasar tidak sepenuhnya bullish karena faktor global masih menekan harga minyak. Pemulihan arus kapal melalui Selat Hormuz dan ekspektasi kembalinya sebagian ekspor minyak Iran membuat pasar lebih fokus pada potensi tambahan pasokan global.

Stok di Cushing, Oklahoma, yang menjadi titik pengiriman utama untuk kontrak WTI, juga turun 1,077 juta barel. Penurunan ini penting karena Cushing sering menjadi indikator ketat atau longgarnya pasokan minyak AS. Jika stok Cushing terus turun, pasar bisa melihat adanya risiko ketatnya pasokan lokal, terutama untuk kontrak WTI.

Namun, data produk energi memberi sinyal yang lebih lemah. Stok bensin justru naik 2,064 juta barel menjadi 216,3 juta barel, padahal pasar memperkirakan penurunan 600.000 barel. Stok distilat, termasuk diesel dan minyak pemanas, juga naik 3,064 juta barel menjadi 106,2 juta barel, berlawanan dengan ekspektasi penurunan 500.000 barel. Kenaikan stok produk ini menunjukkan permintaan akhir belum cukup kuat untuk menyerap pasokan.

Aktivitas kilang juga sedikit melemah, dengan refinery crude runs turun 81.000 barel per hari. Di sisi lain, impor bersih minyak mentah naik 94.000 barel per hari. Kombinasi ini menunjukkan bahwa meskipun stok crude turun besar, pasar masih mencermati apakah penurunan tersebut berasal dari permintaan yang kuat atau hanya faktor pergerakan pasokan jangka pendek.

Ke depan, data ini memberi sinyal campuran bagi harga minyak. Penurunan stok crude dan Cushing bisa menahan pelemahan WTI, tetapi kenaikan stok bensin dan distilat dapat membatasi rebound. Jika harga minyak terus ditekan oleh pulihnya Hormuz dan potensi tambahan pasokan Iran, data stok AS yang bullish belum tentu cukup untuk membalikkan tren secara kuat. (arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
ECONOMY

Tingkat Pengangguran Australia Naik Menjadi 4,1%

Tingkat Pengangguran Australia naik menjadi 4,1% pada bulan Januari dari 4,0% pada bulan Desember, menurut data resmi yang di...

20 February 2025 07:46
GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai