Aktivitas Sektor Swasta Jerman Menyusut, Pertumbuhan 2026 Tertekan
Aktivitas sektor swasta Jerman kembali menyusut pada Mei, menandakan tekanan meningkat bagi ekonomi terbesar Eropa di tengah inflasi tinggi dan ketegangan geopolitik. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Komposit S&P Global naik tipis menjadi 48,6 dari 48,4 pada April, tetap di bawah angka 50 yang menandai ekspansi, meski analis memperkirakan sedikit perbaikan.
Sektor manufaktur dan jasa sama-sama menyusut, dengan jasa tetap menjadi penahan terbesar meski lebih baik dari perkiraan. Ekonom S&P Global Market Intelligence, Phil Smith, mencatat bahwa keuntungan manufaktur sebelumnya dari penimbunan stok dan upaya mengantisipasi kekurangan pasokan kini mulai memudar, berkontribusi pada perlambatan output.
Ekonomi Jerman, yang memulai 2026 dengan kinerja relatif kuat, menghadapi tekanan dengan pemerintah telah memangkas perkiraan pertumbuhan 2026 menjadi 0,5%. Perancis mengalami penurunan lebih tajam, dengan PMI terjun ke level terendah lima tahun terakhir. Kenaikan suku bunga menjadi tantangan tambahan, karena Bank Sentral Eropa mempertimbangkan kenaikan kebijakan bulan depan. Presiden Bundesbank Joachim Nagel menyatakan bahwa pembuat kebijakan mungkin harus bertindak pada Juni untuk mengatasi kejutan energi yang persisten akibat perang di Iran.
Inflasi mencapai 3% pada April, dengan tekanan biaya input terus berlanjut, meski kenaikan harga output lebih lambat menunjukkan perusahaan menanggung sebagian besar beban. Smith menekankan bahwa situasi ini mungkin menahan tekanan inflasi lebih luas, namun menekan margin laba perusahaan.
PMI tetap menjadi indikator penting bagi pelaku pasar, menangkap perubahan luas dalam output dan menyoroti potensi titik balik, meski tidak selalu langsung mencerminkan pertumbuhan GDP kuartalan. Pasar akan memantau keputusan ECB dan perkembangan harga energi untuk sinyal arah ekonomi Jerman dan kawasan euro.
Variabel yang perlu diperhatikan: pengumuman kebijakan ECB, tren harga energi, revisi PMI berikutnya, dan data GDP kuartal mendatang. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id