Tekanan Iran ke Energi, Inflasi Eurozone Meningkat
Inflasi zona euro pada Maret direvisi lebih tinggi dari estimasi awal, menguatkan sinyal bahwa tekanan harga akibat lonjakan biaya energi terkait perang Iran mulai merembes ke kawasan. Eurostat pada Kamis merevisi inflasi tahunan menjadi 2,6% dari 2,5%. Inflasi inti tercatat 2,3%, sementara inflasi jasa berada di 3,2%.
Kenaikan Maret menjadi yang pertama tahun ini menempatkan inflasi kembali di atas target 2% European Central Bank (ECB), seiring konflik di Timur Tengah mendorong biaya energi. Revisi tersebut mengikuti penyesuaian serupa yang terjadi pekan ini di Prancis, Italia, dan Spanyol, menegaskan tekanan harga bersifat lebih luas di kawasan.
Meski pasar saat ini memperkirakan dua kali kenaikan suku bunga pada 2026, sumber yang memahami pembahasan kebijakan menyebut para pembuat kebijakan cenderung menahan suku bunga pada pertemuan 29–30 April. Dalam proyeksi Maret, ECB memperkirakan inflasi rata-rata 2,6% pada 2026. Presiden ECB Christine Lagarde dan sejumlah pejabat lain mengatakan ekonomi kini berada di antara skenario dasar tersebut dan skenario buruk yang memperkirakan inflasi memuncak hingga 4,2%.
Bagi pasar, revisi ini menambah sensitivitas euro, obligasi, dan ekspektasi suku bunga terhadap dua variabel: seberapa lama tekanan energi bertahan dan seberapa kuat inflasi jasa tetap “lengket”.(Arl)
Sumber: Newsmaker.id