Deal Jadi Katalis, Emas Bertahan Tinggi
Harga emas menguat pada Kamis (16/4), ketika investor menimbang optimisme yang meningkat soal peluang kesepakatan AS–Iran untuk mengakhiri perang yang telah mengerek harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi. Emas spot naik 0,4% ke US$4.809,94/oz, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni naik 0,2% ke US$4.832,10/oz.
Dolar AS bertahan dekat level terendah enam pekan, membuat komoditas berdenominasi greenback menjadi lebih murah bagi pembeli di luar AS. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun juga melemah tipis, membantu daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Pemerintahan Presiden Donald Trump pada Rabu menyatakan optimistis kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran dapat tercapai, sembari memperingatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran dapat ditingkatkan jika tetap menolak. Trump mengatakan konflik yang dimulai pada akhir Februari “hampir berakhir”, meski blokade pelayaran yang ia umumkan mulai berlaku dan arus kapal di Selat Hormuz masih jauh di bawah normal.
Secara keseluruhan, emas masih turun lebih dari 8% sejak perang Iran pecah pada akhir Februari, ketika lonjakan energi mendorong kekhawatiran inflasi dan memperkuat narasi suku bunga tinggi lebih lama—kondisi yang biasanya membebani emas meski sering dipandang sebagai lindung nilai inflasi. Di pasar suku bunga, pelaku pasar kini melihat peluang sekitar 29% untuk pemangkasan suku bunga 25 bps tahun ini, turun tajam dari ekspektasi pra-perang yang sempat mengarah pada dua kali penurunan.
Pasar akan memantau perkembangan negosiasi AS–Iran, status lalu lintas Hormuz, arah harga energi, serta pergerakan dolar dan imbal hasil Treasury yang membentuk ekspektasi jalur kebijakan The Fed. (Arl)*
Sumber: Newsmaker.id