Pending Home Sales AS Naik 1,8%, Sinyal Awal Musim Semi Menguat
Data penjualan rumah yang tertunda AS yang dirilis pada Selasa (17/3) naik 1,8% pada Februari, berbalik menguat untuk pertama kali dalam tiga bulan, saat pembeli memanfaatkan turunnya suku bunga KPR dan perlambatan pertumbuhan harga rumah. Kenaikan ini berlawanan dengan konsensus yang memperkirakan penurunan 0,6%, memberi sinyal awal perbaikan aktivitas jelang musim penjualan musim semi.
Dorongan utama datang dari membaiknya keterjangkauan ketika mortgage rates sempat turun ke level terendah sejak 2022. Namun, National Association of Realtors (NAR) mengingatkan kondisi ini rentan berbalik jika lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong suku bunga KPR naik; pada pekan pertama Maret, mortgage rates dilaporkan melonjak paling besar sejak September seiring perang Iran mengangkat risiko inflasi.
Secara regional, kontrak pembelian naik 2,7% di South, 4,6% di Midwest, dan tipis di West, sementara Northeast turun. Pending home sales biasanya menjadi indikator awal penjualan rumah existing karena transaksi umumnya rampung satu hingga dua bulan setelah kontrak ditandatangani.
Implikasi pasar, data ini mengurangi kekhawatiran pelemahan tajam sektor perumahan, tetapi jalurnya masih sangat bergantung pada suku bunga KPR. Yang perlu dipantau berikutnya: arah mortgage rates pasca lonjakan minyak, dinamika listing menjelang spring selling season, serta data penjualan existing homes aktual yang akan mengonfirmasi apakah perbaikan ini berlanjut. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id