Menlu Iran Klaim Ada Progres di Jenewa
Iran dan Amerika Serikat mengklaim ada kemajuan dalam putaran kedua pembicaraan nuklir tidak langsung di Jenewa pada Selasa. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kedua pihak telah mencapai pemahaman tentang “prinsip-prinsip panduan” (guiding principles) dan akan mulai masuk ke pembahasan teks kesepakatan, meski ia menegaskan ini bukan berarti deal sudah dekat. Araqchi menambahkan, setelah pertukaran dokumen, kedua pihak akan menentukan tanggal putaran ketiga negosiasi.
Negosiasi berlangsung dengan mediasi Oman, dan Reuters menyebut delegasi AS melibatkan Steve Witkoff serta Jared Kushner. Dari Washington, Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan ia akan terlibat “secara tidak langsung” dan menilai Teheran ingin membuat kesepakatan—namun tetap menyelipkan peringatan soal konsekuensi bila pembicaraan gagal.
Di luar ruang perundingan, tensi tetap tinggi karena AS memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah, sementara media pemerintah Iran melaporkan rencana penutupan sementara sebagian Selat Hormuz saat latihan militer berlangsung. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga menegaskan upaya AS untuk menggulingkan pemerintahannya akan gagal—membuat “headline geopolitik” tetap jadi variabel utama dalam pricing pasar.
Respons pasar terlihat cepat: setelah komentar Araqchi meredakan kekhawatiran soal gangguan pasokan yang “iminen”, harga Brent turun lebih dari 1% (Reuters mencatat Brent sekitar $67,71/barel pada Selasa), karena sebagian risk premium mulai dilepas. Namun, arah berikutnya masih sangat bergantung pada jadwal putaran ketiga dan seberapa jauh kedua pihak bisa menjembatani isu inti—terutama soal batasan program nuklir versus keringanan sanksi.(yds)
Sumber: Newsmaker.id