Inflasi Swiss Bertahan Rendah, Tekanan “Rate Negatif” Mereda
Inflasi Swiss tetap bertahan tipis di atas nol pada Januari, memberi ruang napas bagi Swiss National Bank (SNB) dari tekanan untuk kembali menerapkan suku bunga negatif. Data kantor statistik Swiss menunjukkan pada hari Jumat (13/2) harga konsumen naik 0,1% (yoy)—sama seperti Desember dan sejalan dengan perkiraan median para ekonom.
Secara bulanan, harga justru turun karena biaya akomodasi dan listrik lebih rendah. Tarif listrik disebut sekitar 4% lebih murah secara nasional pada awal 2026, sejalan dengan aturan utilitas Swiss yang biasanya menyesuaikan tagihan rumah tangga sekali setahun. Di sisi lain, sejumlah komponen tetap menanjak: hotel, paket liburan, dan asuransi mobil tercatat lebih mahal. Sementara itu, inflasi inti (core) bertahan di 0,5%, menandakan tekanan harga yang tetap sangat terbatas.
Meski angka utama masih sesuai proyeksi SNB untuk kuartal pertama, data ini menegaskan betapa lemahnya pertumbuhan harga di Swiss. Presiden SNB Martin Schlegel bahkan sempat memperingatkan bahwa tahun ini masih mungkin muncul angka inflasi negatif. Namun pejabat SNB berulang kali menegaskan ambang untuk menurunkan suku bunga di bawah nol jauh lebih tinggi dibanding pemangkasan biasa—meski opsi itu tetap bisa dipakai jika stabilitas harga terancam.
SNB mempertahankan suku bunga tidak berubah sejak Juni, dan mayoritas ekonom menilai kebijakan kemungkinan baru berubah menjelang akhir tahun. Salah satu faktor utama inflasi Swiss yang lemah adalah franc yang kuat, karena menekan harga impor di negara yang sangat bergantung pada perdagangan. SNB sendiri memprediksi inflasi rata-rata hanya sekitar 0,3% pada 2026. Schlegel juga menyoroti risiko apabila arus dana safe haven global mendorong apresiasi franc secara berlebihan—dan menegaskan bank sentral siap bertindak bila situasi itu mengancam stabilitas harga.
Sebagai perbandingan, inflasi di zona euro masih jauh lebih tinggi daripada Swiss. Berdasarkan ukuran harmonisasi Uni Eropa, inflasi Swiss tercatat 0,2% pada Januari. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id