Minyak Dunia Terkoreksi, Dukungan dari Fed Tak Cukup
Harga minyak dunia mengalami tekanan turun hari Rabu (24/9) dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kelebihan pasokan global dan kebangkitan ekspor minyak Irak dari wilayah Kurdi.
Menurut laporan Reuters, minyak terus melemah setelah berita bahwa pemerintah federal Irak dan pemerintahan regional Kurdi telah menyepakati untuk membuka kembali jalur pipa ekspor minyak melalui Turki, yang sempat tertunda sejak Maret 2023. Ekspor tambahan menuju 230.000 barel per hari tersebut dianggap sebagai faktor penambah pasokan ke pasar global.
Selain itu, meskipun sempat ada dorongan dari penurunan stok minyak mentah AS, tekanan dari sisi pasokan tampak lebih dominan. Kekhawatiran bahwa OPEC+ mengurangi pemotongan produksinya sementara permintaan global belum sepenuhnya pulih menjadi latar pergerakan turun hari ini.
Sebagian analis mengatakan bahwa pasar minyak saat ini berada dalam fase di mana fundamental oversupply mulai mengungguli dukungan dari kebijakan moneter longgar. Bahkan meski The Fed telah memangkas suku bunga, efek positifnya terhadap permintaan minyak dianggap tidak cukup kuat untuk menahan penurunan harga.
Dalam jangka pendek, pasar kini akan sangat memperhatikan data stok resmi AS (EIA), pergerakan OPEC / produsen lainnya, dan sinyal ekonomi global. Bila pasokan semakin melimpah dan permintaan mengecewakan, tren tekanan ke bawah kemungkinan berlanjut.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id