Dolar Melemah Usai Sinyal Negosiasi Iran, Yen dan Franc Menguat
Dolar AS turun terhadap seluruh mata uang Group-of-10 pada Rabu (4/3) setelah laporan media menyebut ada sinyal pendekatan Iran untuk membahas syarat mengakhiri perang. Sentimen risk-off sempat mendominasi sesi Asia, sebelum dolar berbalik melemah dan imbal hasil Treasury memangkas kenaikan awal.
Bloomberg Dollar Spot Index membalik penguatan dan turun sekitar 0,3% pada hari ini, sementara penguatan dolar sebelumnya mulai mereda setelah Tokyo fix. Di pasar obligasi, yield Treasury tenor 2 tahun dan 10 tahun juga memangkas kenaikan awal, mencerminkan meredanya bid safe-haven dolar meski ketidakpastian geopolitik tetap tinggi.
Pasangan USD/JPY melemah sekitar 0,6% ke 156,86, di tengah pernyataan Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama bahwa pemerintah siap bertindak meredam pergerakan valas yang berlebihan, termasuk lewat intervensi. Biaya lindung nilai jangka pendek juga naik, dengan one-week risk reversals bergerak 225 bps berpihak pada yen, mengindikasikan permintaan hedge yang meningkat.
Di Eropa, EUR/CHF berbalik menguat 0,2% ke 0,90986 setelah Wakil Ketua Swiss National Bank Antoine Martin mengatakan kesiapan SNB untuk melakukan intervensi valas meningkat seiring situasi geopolitik.
Sementara itu, EUR/USD naik 0,2% ke 1,1636, AUD/USD menguat 0,4% ke 0,7061, dan EUR/GBP relatif stabil di 0,8692. Pergerakan ini terjadi saat pasar terus menilai keseimbangan antara premi risiko geopolitik, lonjakan harga energi, dan implikasinya terhadap inflasi serta ekspektasi suku bunga global. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id