CPI akan Jadi Penentuan Besar untuk Arah Emas Pekan ini dan Pekan Depan
Harga emas dunia memantul pada perdagangan hari ini setelah tekanan tajam pada sesi sebelumnya. Spot gold tercatat naik sekitar 1,3% ke area $4.982/oz, sementara futures emas AS berada di sekitar $5.001/oz. Pemulihan ini terjadi usai aksi jual besar yang sempat menyeret emas turun sekitar 3% pada Kamis dan menembus di bawah level psikologis $5.000/oz.
Pelaku pasar menilai rebound hari ini banyak ditopang aksi “bargain hunting” (pembelian saat harga turun) dan posisi yang cenderung hati-hati menjelang rilis data inflasi AS. Fokus utama tertuju pada Consumer Price Index (CPI) Januari 2026 yang dijadwalkan rilis 13 Februari 2026 pukul 08:30 ET (sekitar 20:30 WIB).
Dari sisi fundamental, emas sedang berada di persimpangan antara support dari ekspektasi pemangkasan suku bunga dan tekanan dari yield yang tetap relatif tinggi.
Pasar menunggu konfirmasi apakah inflasi kembali memanas atau melandai. Reuters menyoroti konsensus yang memperkirakan CPI Januari naik 0,3% m/m dan inflasi tahunan melambat ke 2,5%, sementara core CPI juga diperkirakan 0,3% dengan core yoy 2,5%. Hasil aktual yang menyimpang dari ekspektasi ini berpotensi mengubah proyeksi suku bunga dan menggerakkan emas secara cepat.
Setelah data tenaga kerja AS yang kuat sebelumnya, pasar sempat mengurangi agresivitas ekspektasi penurunan suku bunga. Namun, Reuters mencatat pasar masih memperhitungkan dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026, dengan perkiraan pemangkasan pertama sekitar Juni—narasi yang biasanya memberi “dorongan” bagi emas.
Sentimen risiko (risk-on/risk-off) ikut menentukan
Penurunan emas pada Kamis juga dikaitkan dengan aksi jual selaras pelemahan pasar saham dan kekhawatiran terkait tema AI yang mengguncang sektor teknologi. Saat risk-off ekstrem, emas bisa “ikut kebawa” likuidasi sebelum kembali diburu sebagai aset lindung nilai.
Analisa Teknikal: Level Kunci yang Sedang Diperebutkan
Secara teknikal, struktur jangka pendek masih ditandai volatilitas tinggi pasca penurunan tajam kemarin.
1) Resistance utama: $5.000/oz
Level $5.000 kini menjadi “gerbang” psikologis. Selama harga belum mampu close konsisten di atas area ini, reli cenderung rawan tertahan dan memicu pullback.
2) Support terdekat: area $4.950–$4.900/oz
Zona ini menjadi area pantauan karena berdekatan dengan area re-accumulation pasca penurunan. Jika tembus bersih, koreksi berpotensi berlanjut dengan target support bertahap berikutnya.
3) Bias intraday
Bullish intraday jika emas mampu merebut kembali $5.000 dan bertahan.
Bearish lanjutan jika gagal bertahan di atas area $4.950–$4.900 dan tekanan jual kembali dominan.
Prediksi Minggu Depan (16–20 Feb 2026): Range Lebar, Data Besar di Akhir Pekan
Minggu depan, pasar berpotensi bergerak dalam range lebar karena kombinasi likuiditas dan data makro.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id