Emas Turun di $4.010: Dolar Kuat & Deal AS-Tiongkok Menekan
Harga emas melemah hingga sekitar $4.010 per ons pada hari Jumat(31/10), bersiap mencatat penurunan mingguan kedua. Tekanan datang dari memudarnya harapan pemotongan suku bunga The Fed setelah Jerome Powell menegaskan bahwa penurunan suku bunga Desember “tidak terjamin,” membuat dolar bertahan di level tinggi dan menekan selera beli emas. Sentimen safe haven juga mereda setelah AS–Tiongkok mencapai gencatan dagang satu tahun terkait tanah jarang, sehingga mengurangi kekhawatiran pasokan industri berteknologi tinggi.
Meski begitu, emas masih di jalur kenaikan bulanan berkat dukungan pembelian bank sentral. Laporan World Gold Council menunjukkan bank sentral membeli 220 ton emas pada Q3, naik 28% dari kuartal sebelumnya, dengan Kazakhstan menjadi pembeli terbesar dan Brasil menambah emas untuk pertama kalinya sejak 2021. Faktor ini membantu menahan tekanan dari dolar yang kuat dan ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi lebih lama.
Pada saat analisis ini dirilis, Harga Emas berada pada level $4.008
- Beli jika harga berada di kisaran $4.015
- Jual jika harga berada di kisaran $4.001
Resistensi 2: $4.029
Resistensi 1: $4.022
Support 1: $3.994
Support 2: $3.987
Pernyataan:
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap memperhitungkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id