Perak Masih Dicari, Tapi Lagi Ketekan
Harga perak masih kesulitan naik stabil karena sentimen pasar global lagi “risk-on”. Harapan damai dagang AS–Tiongkok bikin investor lebih berani masuk saham dan aset berisiko, bukan lari ke aset lindung nilai seperti emas dan perak. Selain itu, pasar juga lagi nunggu keputusan The Fed. Kalau The Fed masih kedengarannya hati-hati setelah memangkas bunga, imbal hasil obligasi bisa tetap tinggi dan itu bikin perak kurang menarik untuk jangka pendek. Kondisi ini bikin perak gampang kebawa turun kalau ada profit taking.
Tapi dari sisi fundamental besar, perak masih punya cerita kuat. Permintaan industri dari sektor kendaraan listrik, panel surya, elektronik, sampai data center tetap tinggi, sementara suplai fisiknya nggak gampang nambah cepat. Artinya, walaupun harganya fluktuatif hari ke hari karena sentimen pasar, banyak analis masih melihat perak menarik untuk jangka menengah karena kebutuhan riilnya di industri terus naik. Jadi gambarnya gini: jangka pendek perak masih kebawa arus psikologis pasar dan komentar The Fed, tapi jangka panjangnya masih ditopang sektor energi bersih dan teknologi.
Harga perak pada saat analisis ini dirilis adalah $47.485
- Beli jika harga bergerak di kisaran $47.785
- Jual jika harga bergerak di kisaran $47.185
Resistensi 2: $48.385
Resistensi 1: $48.085
Support 1: $46.885
Support 2: $46.585
Disclaimer:
Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi perkembangan fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id