Emas Tertekan, Apakah Rally Rekor Akan Berakhir?
Harga emas turun ke sekitar $4.080 per ons pada Kamis(23/10), mencatat penurunan tiga hari berturut-turut setelah sempat menyentuh rekor tertinggi beberapa minggu terakhir. Penurunan ini dipicu oleh optimisme pasar soal kemungkinan kesepakatan perdagangan antara AS dan Tiongkok, serta pernyataan damai dari Presiden Trump terhadap Tiongkok, yang membuat investor beralih dari emas sebagai aset aman. Meski turun, harga emas tetap naik sekitar 55% sepanjang tahun ini, didukung harapan Federal Reserve akan memangkas suku bunga dua kali lagi sebelum akhir tahun.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih menjadi faktor penguat harga emas, terutama setelah AS mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia dan pembicaraan antara Trump dan Putin yang ditunda karena penolakan Rusia atas gencatan senjata di Ukraina. Situasi ini membuat pasar tetap waspada, sehingga walau tekanan jual meningkat, emas masih menjadi pilihan pelindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Harga emas pada saat analisis ini dirilis adalah $4.094
- Beli jika harga bergerak di kisaran $4.101
- Jual jika harga bergerak di kisaran $4.087
Resistance 2: $4.115
Resistance 1: $4.108
Support 1: $4.080
Support 2: $4.073
Pernyataan:
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id