Minyak Bullish Tipis atau Blunder?
Potensi deal AS–India yang mengurangi impor Rusia bisa mengalihkan kebutuhan India ke grade alternatif (Timur Tengah/AS/Afrika) sehingga permintaan naik; laporan stok crude AS menurun plus rencana isi ulang SPR mengetatkan pasar; disiplin OPEC+ menjaga pasokan tetap ketat; dan risiko gangguan suplai (cuaca, geopolitik, logistik) menambah premi risiko.
Tanda-tanda surplus global masih ada karena produksi non-OPEC (AS, Brasil, Guyana) tinggi; prospek permintaan belum solid di China/Eropa (bergantung PMI & industri); margin kilang yang fluktuatif menahan kenaikan run rate; dan dolar kuat bikin minyak (berdenominasi USD) terasa lebih mahal bagi importir. Arah dekat bakal ditentukan oleh konfirmasi deal AS–India/Rusia, rilis resmi EIA soal persediaan, dan sinyal kebijakan OPEC+.(asd)
Harga minyak Brent saat artikel ini ditulis adalah $62.41
- Beli jika harga bergerak dalam kisaran $62.51
- Jual jika harga bergerak dalam kisaran $62.31
Resistance 2: $63.71
Resistance 1: $62.61
Support 1: $62.21
Support 2: $62.11
Disclaimer:
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber: Newsmaker.id