Shutdown vs Safe Haven: Tarik-Ulur Perak
Perak bergerak melemah di awal sesi Asia, berkisar dekat $48,45 setelah sempat menyentuh level tertinggi 14 tahun. Penguatan kembali Dolar AS—seiring kenaikan imbal hasil obligasi AS—membuat komoditas berdenominasi USD terasa lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sehingga menekan harga perak. Meski begitu, ketidakpastian global dan harapan pemangkasan suku bunga The Fed berpotensi membatasi penurunan lebih lanjut.
Sentimen “safe haven” masih terjaga karena penutupan pemerintah AS memasuki hari ketujuh, dengan Senat gagal meloloskan rancangan anggaran sehingga data ekonomi penting seperti laporan ketenagakerjaan September tertunda.
Presiden AS Donald Trump juga menyatakan pemerintahnya akan mulai memberhentikan pekerja federal. Di sisi kebijakan, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed turut menyokong perak: suku bunga lebih rendah menurunkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil. Saat ini pasar memperkirakan penurunan 25 bps pada Oktober (≈95%) dan Desember (≈83%) menurut CME FedWatch.
Harga perak pada saat analisis ini dirilis adalah $48.570
- Beli jika harga bergerak dalam kisaran $48.870
- Jual jika harga bergerak dalam kisaran $48.270
Resistensi 2: $49.470
Resistensi 1: $49.170
Support 1: $46.970
Support 2: $46.670
Disclaimer:
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id