Penguatan Dolar AS Menahan Laju Emas
Harga emas terpantau melemah pada perdagangan Kamis (11/9 setelah sempat mencetak rekor baru awal pekan ini. Tekanan jual muncul seiring penguatan dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi, yang mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai. Investor cenderung melakukan aksi ambil untung menjelang rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat, yang dapat menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed.
Meski terkoreksi, prospek emas jangka menengah masih relatif positif, terutama bila bank sentral AS memberi sinyal pemangkasan suku bunga lebih agresif pada pertemuan mendatang. Ketidakpastian geopolitik global juga tetap menjadi faktor pendukung bagi permintaan emas sebagai aset safe haven. Namun, dalam jangka pendek, harga logam mulia berpotensi menghadapi volatilitas lebih tinggi mengikuti dinamika pasar valuta asing dan obligasi.
Harga emas saat artikel ini ditulis adalah $3.620/Toz.
- Beli jika harga bergerak dalam kisaran $3.627
- Jual jika harga bergerak dalam kisaran $3.613
Resistance 2: $3.641
Resistance 1: $3.634
Support 1: $3.606
Support 2: $3.599
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini hanya untuk tujuan analisis dan bukan referensi definitif. Pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id