Minyak Brent Melemah, Pasar Waspadai Prospek Permintaan
Harga minyak Brent melemah pada perdagangan Kamis (11/9), turun menuju kisaran $66 per barel setelah reli yang berlangsung tiga hari berakhir. Tekanan jual muncul seiring investor menimbang prospek permintaan energi global di tengah ketidakpastian ekonomi, termasuk data inflasi Amerika Serikat yang segera dirilis dan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa. Kekhawatiran akan perlambatan konsumsi dari Tiongkok, salah satu importir terbesar, turut menambah sentimen negatif di pasar.
Selain faktor permintaan, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan produksi OPEC+. Walaupun pasokan tetap relatif terjaga, investor memilih sikap hati-hati karena masih ada risiko pelemahan lebih lanjut menjelang akhir tahun akibat potensi surplus. Kondisi ini membuat harga Brent sulit mempertahankan momentum penguatan, dengan arah selanjutnya bergantung pada data ekonomi utama dan respons kebijakan dari negara produsen minyak besar.
Harga minyak pada saat penulisan ini berada di $67.42
- Beli jika harga bergerak di kisaran $67.47
- Jual jika harga bergerak di kisaran $66.37
Resistance 2: $67.72
Resistance 1: $67.57
Support 1: $67.27
Support 2: $67.12
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id