Minyak Naik, Pasar Gelisah Usai Serangan Israel di Qatar
Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Asia hari Rabu(10/9) setelah serangan Israel terhadap pimpinan Hamas di Doha, Qatar, memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Serangan ini sempat mendorong harga minyak naik hingga 2% pada Selasa sebelum terkoreksi, meski kemudian kembali stabil karena pasar menilai potensi konflik masih bisa meluas. Israel mengklaim telah menargetkan tim Hamas, namun kelompok tersebut menyebut upaya itu gagal meski menelan lima korban jiwa.
Situasi ini menambah ketidakpastian perundingan damai, sementara pasar khawatir aksi militer lanjutan bisa mengganggu stabilitas kawasan yang menjadi salah satu pusat pasokan energi dunia.
Selain faktor geopolitik, harga minyak juga didukung oleh prospek sanksi lebih keras dari AS terhadap Rusia. Presiden Donald Trump mendorong Uni Eropa untuk mengenakan tarif lebih tinggi terhadap India dan Tiongkok yang masih membeli energi dari Moskow.
Harga minyak pada saat penulisan ini berada di $66.87
- Beli jika harga bergerak di kisaran $66.97
- Jual jika harga bergerak di kisaran $66.77
Resistance 2: $67.27
Resistance 1: $67.12
Support 1: $66.62
Support 2: $66.47
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id