Kekhawatiran Permintaan dan Proyeksi Surplus Tekan Harga Minyak
Investor masih cemas bahwa perlambatan ekonomi di Eropa dan Tiongkok akan mengurangi konsumsi minyak. Data manufaktur terbaru dari Eropa menunjukkan kontraksi, yang memicu kekhawatiran permintaan bahan bakar melambat.
Dolar AS sempat menguat tipis pagi tadi karena pelaku pasar menunggu data inflasi PCE. Dolar yang lebih kuat membuat minyak (yang dihargakan dalam USD) menjadi lebih mahal bagi pembeli non-dolar, menekan harga Brent sesaat. Setelah penguatan besar pada sesi kemarin akibat penurunan stok minyak AS, sebagian trader melakukan aksi ambil untung (profit taking) pagi ini, yang menambah tekanan jual sementara.(mrv)
Harga minyak saat berita ini ditulis berada pada $67.12/Toz.
- Beli jika harga bergerak di kisaran $67.17
- Jual jika harga bergerak di kisaran $67.07
Resistance 2: $67.28
Resistance 1: $67.22
Support 1: $67.00
Support 2: $66.92
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini hanya bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber: Newsmaker.id