Harga Minyak Dunia Melemah, Sinyal Turun dari OPEC+ dan EIA
OPEC+ terus meningkatkan output minyak secara berkelanjutan, dengan tambahan produksi lebih dari 548 ribu barel per hari pada bulan Agustus ini—menandai kenaikan produksi bulanan keempat secara berturut-turut. Langkah ini meningkatkan pasokan global dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi oversupply, yang menyebabkan tekanan turunnya harga Brent di bawah US$68 per barel.
Energy Information Administration (EIA) memperkirakan pasokan minyak global akan terus meningkat secara signifikan di kuartal kedua semester kedua 2025. Mereka memprediksi bahwa harga spot Brent dapat jatuh dari sekitar US$71 per barel (Juli) menjadi kisaran US$58 per barel pada kuartal keempat, bahkan turun ke rentang US$49 per barel pada awal 2026, akibat akumulasi stok dan tekanan pasar. Pasokan yang terus meningkat, baik dari OPEC+ maupun proyeksi peningkatan produksi global secara keseluruhan, menciptakan tekanan fundamental yang menekan harga Brent pagi ini. Pasar kini cenderung responsif terhadap sinyal oversupply dan potensi penurunan harga jangka menengah yang semakin nyata.
Harga minyak saat berita ini ditulis berada pada $67.45/Toz.
- Beli jika harga bergerak di kisaran $67.50
- Jual jika harga bergerak di kisaran $67.40
Resistance 2: $67.62
Resistance 1: $67.55
Support 1: $67.37
Support 2: $67.25
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini hanya bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.(mrv)
Sumber: Newsmaker.id