Brent Kembali ke Level US$100, Pasar Ragu Narasi De-eskalasi
Harga Brent menguat di perdagangan Asia pada Selasa dan berada di level $100 setelah sempat jatuh tajam semalam di $95.97, karena pelaku pasar menilai perkembangan terbaru konflik Timur Tengah. Meski komentar Presiden Donald Trump sempat menekan minyak dan mengangkat ekuitas, pemulihan harga pada Selasa menunjukkan pasar masih skeptis terhadap narasi de-eskalasi—terutama setelah Iran membantah adanya negosiasi akhir pekan dengan Washington.
Kekhawatiran utama tetap pada serangan berulang terhadap infrastruktur energi yang dapat mengganggu produksi maupun transportasi, sehingga menjaga biaya energi lebih tinggi dibanding awal tahun bahkan jika tercapai kesepakatan. Selat Hormuz—yang sebelum perang menangani sekitar 20% pasokan minyak laut global—masih menjadi titik rawan setelah Iran praktis menghentikan arus, meski media pemerintah Iran menyebut Teheran akan mengizinkan transit aman kecuali bagi kapal yang terkait “musuhnya.”
Harga minyak pada saat analisis ini di rilis berada pada level : $ 100.07
- Beli jika harga bergerak di bawah $ 95.07
- Jual jika harga bergerak di bawah $ 105.07
Resistensi 2: $ 100.39
Resistensi 1: $ 100.23
Support 1: $ 99.81
Support 2: $ 99.55
Perhatian: :
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap mempengaruhi pengaruh perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id