Minyak Rebound, Risiko Hormuz Masih Dominan
Harga minyak naik lagi setelah terkoreksi, dengan Brent kembali mendekati US$102 per barel dan WTI sekitar US$95. Pasar menimbang eskalasi serangan Iran terhadap aset energi di kawasan, termasuk serangan drone ke ladang gas Shah di UEA, dengan langkah penghentian kenaikan harga lewat rencana rilis cadangan darurat AS dan sinyal IEA bahwa stok bisa ditambah lagi.
Fokus utama tetap pada Selat Hormuz: Trump mengancam memperluas serangan ke infrastruktur minyak di Kharg, tetapi AS disebut masih membiarkan Iran mengekspor melalui jalur itu, sementara sebagian kapal mulai bisa melintas. Kombinasi risiko gangguan berkepanjangan, efektivitas rilis saham, dan perkembangan diplomasi AS-Iran akan terus menentukan premi risiko dan volatilitas harga.
Harga minyak pada saat analisis ini di rilis berada pada level : $102.99
- Beli jika harga bergerak di bawah $103.17
- Jual jika harga bergerak di bawah $103,70
Resistensi 2: $104,18
Resistensi 1: $103,45
Dukungan 1: $102,44
Dukungan 2: $101,99
Perhatian : Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap mempengaruhi pengaruh perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id