Emas Turun Saat Yield Naik, Pasar Uji Dampak Inflasi Energi
Emas melemah karena kombinasi penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil kembali menekan aset tanpa imbal hasil. Ketika data inflasi atau ekspektasi inflasi dinilai masih “lengket” (termasuk lewat kanal energi), pasar cenderung mengurangi pricing pemangkasan suku bunga dan mendorong yield naik, sehingga biaya peluang memegang emas meningkat. Dolar yang lebih kuat juga membuat emas relatif lebih mahal bagi pembeli non-AS, menahan permintaan jangka pendek.
Di sisi geopolitik, perang Iran tetap memberi bid safe-haven, tetapi efeknya kini lebih tidak stabil: saat volatilitas pasar tinggi, emas kerap dipakai sebagai sumber likuiditas untuk menutup margin atau menyeimbangkan portofolio, sehingga tekanan jual bisa muncul meski risiko geopolitik belum mereda.
Harga Emas Pada Saat analisis ini Di Rilis Berada Pada Level $ 5.152
- Beli jika harga bergerak di Level $ 5.155
- Jual jika harga bergerak di Level $ 5.148
Resistance 2: $ 5.166
Resistance 1: $ 5.159
Support 1: $ 5.145
Support 2: $ 5.138
Disclaimer
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap pertimbangkan dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi apa pun.(alg)
Sumber: Newsmaker.id