Isu Geopolitik Angkat Minyak, Tapi Bertahan Lama?
Harga minyak Brent yang kini bergerak di sekitar US$59,80 per barel mendapat dorongan naik setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade total kapal tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi. Kebijakan ini meningkatkan ketegangan geopolitik dan memunculkan kembali risiko gangguan pasokan, meskipun kontribusi ekspor Venezuela relatif kecil secara global. Pasar menilai potensi gangguan sekitar 0,4–0,5 juta barel per hari cukup untuk memicu kenaikan jangka pendek, apalagi harga sebelumnya sempat jatuh ke level terendah lima tahun.
Namun dari sisi fundamental yang lebih luas, kenaikan harga ini masih rapuh. Permintaan minyak global belum pulih kuat, sementara pasokan dunia masih tergolong longgar. Aksi beli yang mendorong harga juga banyak dipicu oleh faktor teknikal setelah Brent turun di bawah US$60, sehingga rawan dimanfaatkan pelaku pasar untuk ambil untung atau membangun posisi jual. Selama blokade tidak meluas atau memicu konflik regional yang lebih besar, pergerakan Brent di area US$59–60 cenderung terbatas dan berpotensi kembali volatil.(asd)
Harga minyak pada saat analisis ini adalah $59,80
- Beli jika harga bergerak dalam kisaran $59,98
- Jual jika harga bergerak dalam kisaran $59,88
Resistance 2: $60.26
Resistance 1: $60.10
Support 1: $59,63
Support 2: $59,45
Disclaimer: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id