Minyak Naik, Tapi Terancam Banjir Pasokan
Harga minyak menguat ke $62 setelah AS menyita tanker yang dikenai sanksi di lepas Venezuela dan Ukraina menyerang kapal “shadow fleet” Rusia, yang menambah premi risiko geopolitik. Venezuela punya cadangan minyak terbesar di dunia, sementara data terbaru menunjukkan stok minyak mentah AS turun 1,8 juta barel sehingga memberi sedikit dukungan pada harga.
Namun dari sisi fundamental, analis masih melihat bayang-bayang “super-glut” akibat kenaikan produksi OPEC+ dan Amerika yang berpotensi melampaui permintaan. Karena itu, meski tensi geopolitik mengangkat harga dalam jangka pendek, banyak pelaku pasar memperkirakan Brent masih akan tertahan di kisaran $60–$65 per barel dengan ruang kenaikan yang relatif terbatas.(asd)
Harga minyak pada saat analisis ini adalah $ 62.36
- Beli jika harga bergerak dalam kisaran $ 62.79
- Jual jika harga bergerak dalam kisaran $ 61.81
Resistance 2: $ 64.12
Resistance 1: $ 63.14
Support 1: $ 61.18
Support 2: $ 60.20
Disclaimer : Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id