Emas Bisa Ngebut Lagi atau Malah Ngerem di 2026?
Kenaikan harga emas diperkirakan akan melambat tahun depan setelah reli besar sepanjang 2025 yang disebut analis sebagai kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Analis di State Street Investment Management memperkirakan emas akan cenderung terkonsolidasi di kisaran $4.000-$4.500 per ons pada 2026. Mereka menilai tren besar yang mendorong reli tahun ini belum akan berbalik dan masih memberikan latar belakang yang positif bagi harga emas dalam jangka menengah.
State Street menambahkan, emas tetap punya peran penting sebagai alat diversifikasi portofolio jika korelasi antara saham dan obligasi tetap tinggi seperti sekarang. Logam mulia ini juga dinilai menarik sebagai lindung nilai di tengah tingginya utang global dan inflasi yang membandel, yang mendorong imbal hasil jangka panjang naik. Di saat yang sama, pelonggaran kebijakan The Fed berpotensi melemahkan dolar AS dan menambah likuiditas di pasar, yang biasanya menjadi angin segar bagi emas. Saat ini, harga emas spot berada di sekitar $4.192 per ons menurut data LSEG.
Harga Emas pada saat analisis ini dirilis berada pada level $ 4.197
- Beli jika harga berada di level $ 4.204
- Jual jika harga berada di level $ 4.190
Resistensi 2: $ 4.218
Resistensi 1: $ 4.211
Support 1: $ 4.183
Support 2: $ 4.176
Disclaimer
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi yang pasti. Harap pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber : Newsmaker.id