Nyaris Tembus Rekor, Apakah Reli Perak Mulai Berbahaya?
Harga perak hari ini cenderung berfluktuasi setelah sebelumnya reli kuat hingga mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran $59,33 per ons. Logam putih ini sempat terkoreksi sekitar 1,4% karena aksi ambil untung, tapi minat investor masih terlihat solid. Arus masuk ke ETF berbasis perak pekan lalu menjadi yang terkuat sejak Juli, hampir 590 ton, menunjukkan banyak pelaku pasar yang percaya reli perak masih punya ruang untuk berlanjut, meski indikator RSI 14 hari mendekati area jenuh beli dan mengisyaratkan risiko koreksi teknikal.
Secara fundamental, reli perak didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed minggu ini, yang membuat logam mulia tanpa imbal hasil bunga seperti perak dan emas kembali menarik. Tahun ini, harga perak sudah lebih dari dua kali lipat, melampaui kenaikan emas yang sekitar 60%, sekaligus diperkuat faktor teknis seperti short squeeze bersejarah dan tingginya suku bunga sewa perak di London sekitar 6%. Kondisi persediaan yang ketat, terutama stok di Shanghai yang mendekati level terendah satu dekade, serta lonjakan aktivitas di opsi dan kontrak berjangka mikro Comex, menambah sentimen bullish jangka menengah bagi perak.
Harga Perak pada saat analisis ini di rilis berada di level $ 57.861
- Beli jika harga berada pada level $ 58.161
- Jual jika harga berada pada level $ 57.561
Resistance 2: $ 58.761
Resistance 1: $ 58.461
Support 1: $ 57.261
Support 2: $ 56.961
Pernyataan
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id