Risiko Rusia Membuat Pasar Minyak Tetap Waspada!
Harga minyak menuju penurunan minggu ketiga akibat kekhawatiran akan kelebihan pasokan global. IEA kembali menaikkan proyeksi surplusnya dan bahkan memprediksi rekor kelebihan pasokan tahun depan, karena OPEC+ terus meningkatkan produksi sementara permintaan masih lesu. WTI pada bulan Desember diperdagangkan di kisaran USD 58,87 per barel, dan Brent pada bulan Januari berada di kisaran USD 63,01 per barel.
Namun, tekanan penurunan ini sedikit terimbangi oleh risiko sanksi AS terhadap raksasa energi Rusia seperti Rosneft dan Lukoil. Bisnis perdagangan Lukoil telah mulai mengurangi staf, dan terdapat laporan bahwa Carlyle Group sedang mengincar aset-asetnya di luar negeri. Meskipun faktor-faktor geopolitik ini dapat mengganggu pasokan di masa mendatang, sentimen pasar saat ini tetap sama: surplus yang besar dan permintaan yang lemah mendorong penurunan harga minyak.
Harga minyak Brent berada di level $62,87 pada saat artikel ini ditulis.
- Beli jika harga bergerak dalam kisaran $62,97
- Jual jika harga bergerak dalam kisaran $62,77
Resistance 2: $63,13
Resistance 1: $63,03
Support 1: $62,67
Support 2: $62,57
Peringatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber: Newsmaker.id