Minyak Dunia Berlimpah, Tapi Apakah Harga Akan Terus Jatuh?
Pasokan global terus mengalami lonjakan produksi dari blok OPEC+ telah kembali dari pemangkasan, sementara produsen non-OPEC seperti AS, Brasil dan Kanada menambah kapasitas secara aktif. Misalnya, laporan menunjukkan bahwa pertumbuhan pasokan global bisa mencapai 2,7 juta barel per hari di 2025, jauh melampaui permintaan yang diperkirakan hanya tumbuh sekitar 0,7 juta barel per hari. Dalam kondisi ini, kurva forward untuk Brent bahkan sempat mengindikasikan contango, yang menunjukkan bahwa pasar memperkirakan kelebihan pasokan di masa mendatang.
Di sisi permintaan, pertumbuhan mulai melambat, terutama di negara-konsumen besar seperti Tiongkok, dan tekanan makroekonomi global memperlemah outlook konsumsi. Dengan kombinasi suplai yang meningkat dan permintaan yang tertahan, tekanan bearish terhadap Brent tetap nyata — pasar saat ini cenderung lebih menahan kenaikan dan memperhitungkan risiko ke arah penurunan daripada lonjakan harga besar dalam waktu dekat.(mrv)
Harga minyak Brent saat artikel ini ditulis berada di level $62.87.
- Beli jika harga bergerak dalam kisaran $62.92
- Jual jika harga bergerak dalam kisaran $62.82
Resistance 2: $63.32
Resistance 1: $63.13
Support 1: $62.60
Support 2: $62.38
Disclaimer: Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber: Newsmaker.id