Minyak Dapatkan Tekanan Dari Lonjakan Data AS
Data terbaru dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan produksi minyak Amerika Serikat mencapai sekitar 5,2 untuk minggu kemarin, kenaikan yang cukup signifikan setelah sebelumnya mengalami penurunan sebesar 6,9 juta barel. Selain itu, peningkatan produksi dari negara non-OPEC+ seperti Brasil, Kanada, dan Guyana juga menambah tekanan pada harga Brent yang kini bergerak di kisaran USD 63–64 per barel.
Laporan dari Reuters dan International Energy Agency (IEA) memperkirakan kondisi surplus pasokan global masih akan berlanjut hingga 2026, seiring dengan melimpahnya produksi dan melemahnya laju konsumsi di negara-negara maju. “Permintaan yang tidak sebanding dengan lonjakan produksi membuat pasar tetap oversupply,” tulis laporan IEA.(mrv)
Harga minyak Brent saat artikel ini ditulis adalah $63.51.
- Beli jika harga bergerak dalam kisaran $63.60
- Jual jika harga bergerak dalam kisaran $63.40
Resistance 2: $63.79
Resistance 1: $63.66
Support 1: $63.35
Support 2: $63.21
Disclaimer:
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber: Newsmaker.id