
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Jepang melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat dengan indeks Nikkei 225 naik sekitar 0,6% menuju level 65.900, memperpanjang reli selama lima sesi berturut-turut. Kenaikan terjadi meskipun pasar global masih menghadapi tekanan dari lonjakan imbal hasil obligasi akibat meningkatnya kekhawatiran inflasi dan kondisi fiskal sejumlah negara.
Kenaikan saham Jepang terutama didorong oleh sektor teknologi dan perbankan. Saham berbasis semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi perhatian investor, dengan Kioxia Holdings naik 1,8%, Advantest menguat 1,3%, dan Ibiden Co melonjak 2,7%. Sementara itu, sektor keuangan juga mendapat dukungan dengan saham Mitsubishi UFJ naik 2% dan Sumitomo Mitsui menguat 2,5%.
Di pasar obligasi, tekanan masih terlihat setelah imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun dan 30 tahun naik ke level tertinggi sejak 2007 dan 2004. Di Jepang, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun juga mencapai level tertinggi sejak 1996, mencerminkan meningkatnya perhatian investor terhadap risiko inflasi dan kebijakan moneter global.
Namun, sentimen terhadap pasar saham mendapat dukungan setelah harga minyak mulai mereda akibat laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran sedang mempertimbangkan kesepakatan bertahap yang dapat membuka kembali Selat Hormuz. Penurunan tekanan energi membantu mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi dan biaya operasional perusahaan.